Kesehatan Lingkungan
A. DEFINISI
—-Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan :
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

Contoh Kesehatan Lingkungan
B. RUANG LINGKUP KESEHATAN LINGKUNGAN
—-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :1
Penyediaan Air Minum
Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
Pembuangan Sampah Padat
Pengendalian Vektor
Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
Higiene makanan, termasuk higiene susu
Pengendalian pencemaran udara
Pengendalian radiasi
Kesehatan kerja
Pengendalian kebisingan
Perumahan dan pemukiman
Aspek kesling dan transportasi udara
Perencanaan daerah dan perkotaan
Pencegahan kecelakaan
Rekreasi umum dan pariwisata
Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk
Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
—-DiIndonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :3
Penyehatan Air dan Udara
Pengamanan Limbah padat/sampah
Pengamanan Limbah cair
Pengamanan limbah gas
Pengamanan radiasi
Pengamanan kebisingan
Pengamanan vektor penyakit
Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana
—-
C. SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN
—-Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992, Sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :3
Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis
Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis
Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis
Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang bersifat khusus.
D. MASALAH-MASALAH KESEHTAN LINGKUNGAN DI INDONESIA
—-MasalahKesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinyadibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :2,4
1. Air Bersih
—-Airbersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatandan dapat langsung diminum.
—-Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500 mg/l)
Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)
2. Pembuangan Kotoran/Tinja
—-Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :2,5
Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.
3. Kesehatan Pemukiman
—-Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :2,6
Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu
Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah
Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.
4. Pembuangan Sampah
—-Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur, berikut:6
Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
Penyimpanan sampah
Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
Pengangkutan
Pembuangan
—-Denganmengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.
5. Serangga dan Binatang Pengganggu
—-Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibitpenyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untukPenyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari penyakittersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.
—-Binatangpengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.
6. Makanan dan Minuman
—-Sasaranhigene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).
—-Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :6
Persyaratan lokasi dan bangunan
Persyaratan fasilitas sanitasi
Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan pengolahan makanan
Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan peralatan yang digunakan
Pencemaran Lingkungan
—-Pencemaranlingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya, mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Diduga akibat pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah, berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko relatif tersebut adalah 12,5 kali lebih besar. Keadaan ini, bagi jenis pencemar yang akumulatif,tentu akan lebih buruk di masa mendatang. Pembakaran hutan untuk dibuatlahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius, misalnya infeksi saluran pernafasan akut, iritasi pada mata, terganggunya jadual penerbangan, terganggunya ekologi hutan.(SUMBER: Yayan A. Israr, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran
PENDAHULUAN
Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengem-bangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi.
Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya.
Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan.
Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%.
Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.
HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 PERKANTORAN
Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan dengan pelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaitu indoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :
Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya.
jaringan elektrik dan komunikasi.
kualitas udara.
kualitas pencahayaan.
Kebisingan.
Display unit (tata ruang dan alat).
Hygiene dan sanitasi.
Psikososial.
Pemeliharaan.
Penggunaan Komputer.
PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
Konstruksi gedung :
Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan).
Seleksi material, misalnya tidak menggunakan bahan yang membahayakan seperti asbes dll.
Seleksi dekorasi disesuaikan dengan asas tujuannya misalnya penggunaan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Tanda khusus dengan pewarnaan kontras/kode khusus untuk objek penting seperti perlengkapan alat pemadam kebakaran, tangga, pintu darurat dll. (peta petunjuk pada setiap ruangan/unit kerja/tempat yang strategis misalnya dekat lift dll, lampu darurat menuju exit door).
Kualitas Udara :
Kontrol terhadap temperatur ruang dengan memasang termometer ruangan.
Kontrol terhadap polusi
Pemasangan "Exhaust Fan" (perlindungan terhadap kelembaban udara).
Pemasangan stiker, poster "dilarang merokok".
Sistim ventilasi dan pengaturan suhu udara dalam ruang (lokasi udara masuk, ekstraksi udara, filtrasi, pembersihan dan pemeliharaan secara berkala filter AC) minimal setahun sekali, kontrol mikrobiologi serta distribusi udara untuk pencegahan penyakit "Legionairre Diseases ".
Kontrol terhadap linkungan (kontrol di dalam/diluar kantor).
Misalnya untuk indoor: penumpukan barang-barang bekas yang menimbulkan debu, bau dll.
Outdoor: disain dan konstruksi tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dll.
Perencanaan jendela sehubungan dengan pergantian udara jika AC mati.
Pemasangan fan di dalam lift.
Kualitas Pencahayaan (penting mengenali jenis cahaya) :
Mengembangkan sistim pencahayaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk membantu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. (secara berkala diukur dengan Luxs Meter)
Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna, dekorasi dll.
Menegembangkan lingkungan visual yang tepat untuk kerja dengan kombinasi cahaya (agar tidak terlalu cepat terjadinya kelelahan mata).
Perencanaan jendela sehubungan dengan pencahayaan dalam ruang.
Penggunaan tirai untuk pengaturan cahaya dengan memperhatikan warna yang digunakan.
Penggunaan lampu emergensi (emergency lamp) di setiap tangga.
Jaringan elektrik dan komunikasi (penting agar bahaya dapat dikenali) :
Internal
Over voltage
Hubungan pendek
Induksi
Arus berlebih
Korosif kabel
Kebocoran instalasi
Campuran gas eksplosif
Eksternal
Faktor mekanik.
Faktor fisik dan kimia.
Angin dan pencahayaan (cuaca)
Binatang pengerat bisa menyebabkan kerusakan sehingga terjadi hubungan pendek.
Manusia yang lengah terhadap risiko dan SOP.
Bencana alam atau buatan manusia.
Rekomendasi
Penggunaan central stabilizer untuk menghindari over/under voltage.
Penggunaan stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal ini untuk menghindari terjadinya hubungan pendek dan kelebihan beban.
Pengaturan tata letak jaringan instalasi listrik termasuk kabel yang sesuai dengan syarat kesehatan dan keselamatan kerja.
Perlindungan terhadap kabel dengan menggunakan pipa pelindung.
Kontrol terhadap kebisingan :
Idealnya ruang rapat dilengkapi dengan dinding kedap suara.
Di depan pintu ruang rapat diberi tanda " harap tenang, ada rapat ".
Dinding isolator khusus untuk ruang genset.
Hak-hal lainnya sudah termasuk dalam perencanaan konstruksi gedung dan tata ruang.
Display unit (tata ruang dan letak) :
Petunjuk disain interior supaya dapat bekerja fleksibel, fit, luas untuk perubahan posisi, pemeliharaan dan adaptasi.
Konsep disain dan dan letak furniture (1 orang/2 m²).
Ratio ruang pekerja dan alat kerja mulai dari tahap perencanaan.
Perhatikan adanya bahaya radiasi, daerah gelombang elektromagnetik.
Ergonomik aspek antara manusia dengan lingkungan kerjanya.
Tempat untuk istirahat dan shalat.
Pantry dilengkapi dengan lemari dapur.
Ruang tempat penampungan arsip sementara.
Workshop station (bengkel kerja).
Hygiene dan Sanitasi :
Ruang kerja
Memelihara kebersihan ruang dan alat kerja serta alat penunjang kerja.
Secara periodik peralatan/penunjang kerja perlu di up grade.
Toilet/Kamar mandi
Disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair.
Membuat petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan closet duduk, larangan berupa gambar dll.
Penyediaan bak sampah yang tertutup.
Lantai kamar mandi diusahakan tidak licin.
Kantin
Memperhatikan personal hygiene bagi pramusaji (penggunaan tutup kepala, celemek, sarung tangan dll).
Penyediaan air mengalir dan sabun cair.
Lantai tetap terpelihara.
Penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengolahannya tidak menggunakan minyak goreng secara berulang.
Penyediaan bak sampah yang tertutup.
Secara umum di setiap unit kerja dibuat poster yang berhubungan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja.
Psikososial
Petugas keamanan ditiap lantai.
Reporting system (komunikasi) ke satuan pengamanan.
Mencegah budaya kekerasan ditempat kerja yang disebabkan oleh :
Budaya nrimo.
Sistem pelaporan macet.
Ketakutan melaporkan.
Tidak tertarik/cuek dengan lingkungan sekitar.
Semua hal diatas dapat diatasi melalui pembinaan mental dan spiritual secara berkala minimal sebulan sekali.
Penegakan disiplin ditempat kerja.
Olah raga di tempat kerja, sebelum memulai kerja.
Menggalakkan olah raga setiap jumat.
Pemeliharaan
Melakukan walk through survey tiap bulan/triwulan atau semester, dengan memperhitungkan risiko berdasarkan faktor-faktor konsekuensi, pajanan dan kemungkinan terjadinya.
Melakukan corrective action apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Pelatihan tanggap darurat secara periodik bagi pegawai.
Pelatihan investigasi terhadap kemungkinan bahaya bom/kebakaran/demostrasi/ bencana alam serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi satuan pengaman.
Aspek K3 perkantoran (tentang penggunaan komputer)
Pergunakan komputer secara sehat, benar dan nyaman :
Hal-hal yang harus diperhatikan :
Memanfaatkan kesepuluh jari.
Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit.
Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja.
Lakukan peregangan.
Sudut lampu 45º.
Hindari cahaya yang menyilaukan, cahaya datang harus dari belakang.
Sudut pandang 15º, jarak layar dengan mata 30 – 50 cm.
Kursi ergonomis (adjusted chair).
jarak meja dengan paha 20 cm
Senam waktu istirahat.
Rekomendasi
Perlu membuat leaflet/poster yang berhubungan dengan penggunaan komputer disetiap unit kerja.
Mengusulkan pada Pusat Promosi Kesehatan untuk membuat poster/leaflet.
Penggunaan komputer yang bebas radiasi (Liquor Crystal Display).
PENUTUP
Dalam pelaksanaan K3 perkantoran perlu memperhatikan 2(dua) hal penting yakni indoor dan outdoor. Baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanannya maupun terhadap jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas udara, kualitas pencahayaan, kebisingan, display unit (tata ruang dan alat), hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer.
Hal diatas tidak hanya meningkatkan dari sisi kesehatan maupun sisi keselamatan karyawan/pekerja dalam melakukan pekerjaan di tempat kerjanya.
Harapannya rekomendasi ini dapat dijadikan sebagai acuan ataupun perbandingan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan K3 khususnya di perkantoran
HSE
HSE (Health, Safety, Environment,) atau di beberapa perusahaan juga disebut EHS, HES, SHE, K3LL (Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan) dan SSHE (Security, Safety, Health, Environment). Semua itu adalah suatu Departemen atau bagian dari Struktur Organisasi Perusahaan yang mempunyai fungsi pokok terhadap implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mulai dari Perencanaan, Pengorganisasian, Penerapan dan Pengawasan serta Pelaporannya. Sementara, di Perusahaan yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam ditambah dengan peran terhadap Lingkungan (Lindungan Lingkungan).
Membicarakan HSE bukan sekedar mengetengahkan Issue seputar Hak dan Kewajiban, tetapi juga berdasarkan Output, yaitu korelasinya terhadap Produktivitas Keryawan. Belum lagi antisipasi kecelakaan kerja apabila terjadi Kasus karena kesalahan prosedur ataupun kesalahan pekerja itu sendiri (naas).
Dasar Hukum
Ada minimal 53 dasar hukum tentang K3 dan puluhan dasar hukum tentang Lingkungan yang ada di Indonesia. Tetapi, ada 4 dasar hukum yang sering menjadi acuan mengenai K3 yaitu:
Pertama, dalam Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, disana terdapat Ruang Lingkup Pelaksanaan, Syarat Keselamatan Kerja, Pengawasan, Pembinaan, Panitia Pembina K-3, Tentang Kecelakaan, Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja, Kewajiban Memasuki Tempat Kerja, Kewajiban Pengurus dan Ketentuan Penutup (Ancaman Pidana). Inti dari UU ini adalah, Ruang lingkup pelaksanaan K-3 ditentukan oleh 3 unsur:
Adanya Tempat Kerja untuk keperluan suatu usaha,
Adanya Tenaga Kerja yang bekerja di sana
Adanya bahaya kerja di tempat itu.
Dalam Penjelasan UU No. 1 tahun 1970 pasal 1 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918, tidak hanya bidang Usaha bermotif Ekonomi tetapi Usaha yang bermotif sosial pun (usaha Rekreasi, Rumah Sakit, dll) yang menggunakan Instalasi Listrik dan atau Mekanik, juga terdapat bahaya (potensi bahaya tersetrum, korsleting dan kebakaran dari Listrik dan peralatan Mesin lainnya).
Kedua, UU No. 21 tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce (yang mana disahkan 19 Juli 1947). Saat ini, telah 137 negara (lebih dari 70%) Anggota ILO meratifikasi (menyetujui dan memberikan sanksi formal) ke dalam Undang-Undang, termasuk Indonesia (sumber: www.ILO.org). Ada 4 alasan Indonesia meratifikasi ILO Convention No. 81 ini, salah satunya adalah point 3 yaitu baik UU No. 3 Tahun 1951 dan UU No. 1 Tahun 1970 keduanya secara eksplisit belum mengatur Kemandirian profesi Pengawas Ketenagakerjaan serta Supervisi tingkat pusat (yang diatur dalam pasal 4 dan pasal 6 Konvensi tersebut) – sumber dari Tambahan Lembaran Negara RI No. 4309.
Ketiga, UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Paragraf 5 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pasal 86 dan 87. Pasal 86 ayat 1berbunyi: “Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas (a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja.”
Aspek Ekonominya adalah Pasal 86 ayat 2: ”Untuk melindungi keselamatan Pekerja/ Buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.”
Sedangkan Kewajiban penerapannya ada dalam pasal 87: “Setiap Perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan.”
Keempat, Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3. Dalam Permenakertrans yang terdiri dari 10 bab dan 12 pasal ini, berfungsi sebagai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K-3 (SMK3), mirip OHSAS 18001 di Amerika atau BS 8800 di Inggris.
Menjaga kesehatan pribadi
Menjaga kesehatan pribadi mutlak dilakukan oleh seseorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. Kesehan pribadi dapat terwujud jika seseorang menjaga kesehatan tubuh secara teratur.
Berikut yang perlu diperhatikan dalam merawat kesehatan pribadi :
1. Mandi
Tubuh kita mengeluarkan keringat dari aktivitas sehari-hari. Keringat yang keluar sebagian menempel pada permukaan kulit. Oleh karena itu kotoran dan keringat ini harus rutin dibersihkan dengan cara mandi. Dengan mandi kulit menjadi bersih, bebas kuman dan sehat.
2. Merawat kesehatan rambut
Rambut perlu dirawat agar indah dan sehat. Ada banyak cara merawat rambut, seperti makan makanan bergizi, keramas minimal 3 kali seminggu, memberikan vitamin rambut, menghindari penggunaan bahan kimia dan rajin memotong ujung rambut untuk mencegah rambut merah dan bercabang.
3. Merawat kesehatan gigi dan mulut
Gigi yang bersih dan sehat merupakan cerminan badan sehat dan kesehatan tubuh seluruhnya. Rajinlah menggosok gigi dengan memperhatikan sikat gigi yang sesuai dan nyaman serta pasta gigi yang tidak mengandung detergen lebih dan bahan kimia lainnya.
4. Tangan dan kaki
Tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak berhubungan dengan apa saja karena selalu bergerak aktif. Dengan demikian, sangat memungkinkan pada tangan mekekat bakteri-bakteri. Ketika tangan digunakan untuk memegang hidung, mulut dan makanan, bakteri tersebut dapat berpindah tempat dan menyebabkan penyakit. Biasakanlah cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Meskipun terlihat sepele, jika dilakukan secara konsisten, manfaatnya luar biasa.
5. Pakaian yang bersih
Pakaian yang kita pakai harus bersih dan bebas kuman. Pakaian akan menyerap keringat, kotoran dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh. Kotoran yang melekat pada baju dapat menjadi sarang kuman penyakit. Oleh karena itu, pakailah pakaian yang bersih dan segera ganti apabila kotor.
6. Istirahat yang cukup
Aturlah jam tidur dan tidurlah di tempat yang nyaman. Lama tidur terngantung usia, jenis pekerjaan dan karakter setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Lama tidur orang dewasa aktif adalah 7 atau 8 jam. Perhatikan juga posisi tidur yang baik saat tidur.
7. Berolahraga
Biasakan secara rutin berolahraga untuk menyehatkan tubuh. Olahraga dapat membuat otot menjadi kuat, kelenturan, mengurangi stres, meningkatkan gairah, membakar kalori.
Ini Sebabnya Lemak di (dalam) Perut Itu Berbahaya

SHUTTERSTOCKIlustrasi
“Sudah agak kecil kan dokter, perut saya?” Kata seorang pasien waktu saya memeriksanya.
“Kecil memang,kalau lagi tidur begini, coba lihat lagi duduk atau berdiri di depan kaca”, seloroh saya.
“Ya, dokter, masih seperti dulu, waktu dia duduk dan melihat perutnya yang kelihatan menonjol, dan waktu saya bercermin, perut ini bahkan kelihatan lebih besar lagi dokter”, ungkap pasien.
“Saya takut seperti Ibu saya yang menderita diabetes. Sebelum beliau diberitahu menderita itu, perutnya juga besar sekali, kami kira hamil, dan beliau akhirnya meninggal karena kanker payudara, apa ada hubungannya dokter”, cerita pasien dengan nada bertanya
“Ya, memang ada hubungannya, tidak hanya dengan diabetes melitus, kanker payudara, tetapi juga dengan penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, rematik, asma, bahkan kesuburan, penyakit pikun dan lain-lain”, jawab saya sedikit berusaha mengerang kan kepada pasien yang kelihatan cerdas ini.
Banyak pertanyaan yang diajukan oleh pasien ini tentang perutnya yang buncit itu, termasuk ukuran perut yang normal itu berapa, apa penyebabnya, lemak yang mana yang berbahaya dan mengapa sampai bisa seperti itu.
Seperti diketahui, sekitar 90 persen lemak tubuh kita terdapat di bawah kulit, sisanya ada di dalam rongga perut, terletak diantara organ dalam perut sehingga dikenal dengan lemak intra abdomen.
Lemak yang ada di panggul, yang membuat seseorang wanita katanya bisa kelihatan lebih seksi, bahenol, dan di paha, dan juga di dinding perut yang kelihatan seperti lipatan pada mereka yang gemuk adalah contoh lemak di bawah kulit, yang mudah diketahui ketebalannya dengan hanya mencubitnya. Lemak dalam rongga perut, tidak bisa diperiksa seperti memeriksa lemak di bawah kulit, tetapi bisa diperkirakan dengan melihat besarnya perut seseorang. Perut yang semakin menonjol, ukuran pinggang yang semakin bertambah, apalagi dengan semakin meningkatnya umur seseorang, pada perempuan lebih kelihatan setelah menopause, adalah sebagai tanda tumpukan lemak yang semakin banyak, kemudian mendesak dinding perut dari dalam.
Ukuran lingkar perut yang dianggap masih normal untuk orang Asia, termasuk Indonesia adalah 80 cm untuk wanita dan 95 cm untuk pria. Walaupun berat badan anda dalam batas normal, kalau lingkaran perut anda lebih besar dari ini, maka risiko anda menderita penyakit yang menjadi pembunuh kita sekarang juga meningkat.
Kemudian, sesuai dengan pertanyaan pasien di atas, “apa penyebabnya, bagaimana lemak dalam perut itu sampai berbahaya?”
Banyak penyebab penumpukan lemak dalam perut, prinsipnya adalah, di samping faktor genetik, usia, jenis kelamin, kalori yang kita konsumsi melebihi kebutuhan kita. Perubahan gaya hidup, gaya hidup santai, aktivitas kurang, pola makan yang tidak sehat, tinggi kalori, stres kronis adalah penyebab utamanya.
Banyak duduk di depan TV, di belakang stir, di depan komputer, tidak ada waktu untuk berolahraga, bangga dengan makan ala kebarat-baratan, seperti hamburger, donut, pizza, kentang goreng, ayamcrispy, dan sebagainya adalah contoh gaya hidup dan pola makan yang membuat perut kita sekarang semakin buncit.
Lalu, mengapa lemak yang hanya 10 persen dari total lemak di seluruh tubuh kita yang ada dalam rongga perut itu berbahaya, dapat menjadi biang kerok beberapa penyakit yang mematikan? dibandingkan lemak di bawah kulit yang relatif aman?
Ternyata, menurut penelitian, lemak tidak hanya berfungsi sebagai cadangan tenaga yang suatu ketika siap digunakan, tetapi lemak dalam rongga perut ini secara biologis sangat aktif. Lemak ini berperan sebagi kelenjar endokrin yang menghasikan hormon dan substansi kimiawi yang dapat mempengaruhi jaringan lain, menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal, gangguan metabolisme, peradangan, insulin resisten, dan gangguan imunitas.
Komponen peradangan cytokines, precursor angiotensin– menyebabkan pembuluh darah arteri mengalami penyempitan– yang dihasilkan oleh lemak yang bersembunyi di balik dinding perut ini meningkatkan resiko penyakit jantung dan hipertensi
Disamping itu, lemak dalam rongga perut ini— Saya lihat masih ada yang bangga dengan perutnya yang begitu– melepaskan asam lemak bebas dan komponen peradangan lain secara langsung pada vena porta ( pembuluh darah yang membawa darah dari perut bagian bawah ke hati, pankreas, dan organ lain), masuk ke dalam hati. Asam lemak bebas ini menyebabkan produksi kolesterol jahat (LDL) oleh hati meningkat dan kolesterol baik (HDL) menurun, dan gula darah yang juga meningkat. Adiponectin, suatu hormon yang ikut mengatur metabolisme lipid dan gula, produksinya menurun dengan semakin bertambahnya timbunan lemak di rongga perut, sehingga meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus.
Dan, lemak yang menumpuk dalam rongga perut juga sering menyebabkan gangguan tidur, sleep apnea, ngorok dengan nafas berhenti secara periodik. Melalui bermacam mekanisme seperti stress hipoksia, peningkatan hormon kortisol, hipoksia jaringan, sleep apnea dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan fungsi sel beta pankreas yang memperoduksi insulin, dislipidemi dan akhirnya peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes.
Jadi, lemak yang menumpuk di (dalam) rongga perut, tidak hanya sekedar membuat perut buncit, tetapi juga menjadi ancaman serius penyakit kronis yang mematikan. Karena itu, jangan biarkan lemak-lemak itu tetap bercokol di sana, buanglah!
Terapi Alternatif untuk Gangguan Jiwa, Apakah Bermanfaat?

KompasianaTanaman Herbal Kava (sumber presentasi Dr. Watt)
DALAM praktik sehari-hari, banyak pasien saya yang berharap bisa lepas segera dari obat-obat psikiatrik yang dimakannya. Pasien seperti kebanyakan pasien pada umumnya mengkhawatirkan adanya efek samping terutama pada ginjal dan hati mereka jika mengkonsumsi obat lama.
Efek samping yang sering menjadi kendala di awal terapi juga sering dikeluhkan pasien sebagai sesuatu yang mengganggu. Banyak dari mereka lalu bertanya apakah ada terapi alternatif tanpa obat kimia atau dengan terapi fisik lainnya.
Beberapa menanyakan tentang beberapa macam herbal yang sering mereka baca di internet sebagai terapi alternatif. Sekilas para pasien membaca adanya kegunaan yang baik dari obat-obatan herbal ini untuk kasus gangguan jiwa.
Sebelum melangkah jauh ada baiknya kita sepakat tentang apa yang dimaksud dengan terapi alternatif dan tambahan ini. Dalam Kaplan and Saddock, Synopsis of Psychiatry terbitan 2010dikatakan bahwa Terapi Aternatif dan Tambahan adalah semua cara yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengobati penyakit yang berbeda dari cara atau terapi biomedis yang selama ini diketahui oleh para ahli di bidang kedokteran.
Terapi alternatif biasanya mempunyai kelemahan di dalam bukti-bukti medis (evidence based medicine) dalam penggunaannya untuk berbagai populasi dan lintas ras. Terapi alternatif juga biasanya mempunyai tautan dengan budaya lokal tempat terapi ini digunakan. Hal ini yang membuat terkadang tidak semua jenis terapi alternatif dapat digunakan untuk semua populasi. Testimonial atau pengakuan pasien yang menggunakan terapi alternatif bukanlah hal yang bisa menjadi dasar efektifitas terapi tersebut karena nilai keilmiahan yang rendah.
Manfaatnya diragukan?
Beberapa jenis herbal dan terapi dikenal di kalangan awam untuk mengatasi kondisi stres dan kecemasan yang biasanya dialami sehari-hari. Valerian, Kava, St John Wort, aromatherapy, akupunktur adalah herbal dan terapi yang paling banyak disebut sebagai terapi alternatif menurut literature barat. Sayangnya walaupun populer sampai saat ini terapi herbal dan fisik di atas kekurangan bukti-bukti Evidence Based Medicine dan lemah dari segi bukti ilmiah penelitian. Kendala metodologi ilmiah adalah yang paling mendasar mengapa terapi herbal ini belum mendapatkan pengakuan secara ilmiah.
Walaupun belum mempunyai data ilmiah yang mendukung secara luas, penggunaan terapi alternatif dan tambahan dengan menggunakan herbal atau teknik lain secara global telah dilakukan. Amerika Serikat, Eropa terutama Inggris dan Australia adalah beberapa negara besar yang penduduknya menggunakan terapi alternatif untuk penyembuhan gangguan jiwa khususnya depresi, cemas dan insomnia. Data yang dikatakan Kessler menyatakan bahwa masyarakat Amerika Serikat menggunakan terapi alternatif untuk kasus-kasus depresi dan cemas yang berat yang mana hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat Australia yang menggunakannya untuk kasus-kasus yang lebih ringan.
Herbal yang berguna
Tanaman Kava dianggap oleh para ahli berdasarkan banyak penelitian paling bermanfaat untuk mengatasi kecemasan. Werneke dan kawan-kawan menyimpukan dari 2007 database penelitian herbal yang bermanfaat untuk pengobatan gangguan psikiatrik bahwa Kava (Piper methysticum) adalah herbal yang paling banyak diteliti untuk gangguan kecemasan dan mempunyai bukti ilmiah yang baik untuk efek anticemasnya. Ulasan Cochrane (Cochrane review) yang dilaporkan oleh Pittler dan Ernst berdasarkan 11 penelitian kontrol acak (randomized control trial) yang melibatkan 645 pasien menyatakan bahwa Kava adalah satu-satunya herbal yang terbukti efektif mengurangi kecemasan.
Ernst juga menyatakan dalam laporannya bahwa untuk kasus-kasus depresi ringan dan sedang, herbal St John Wort yang dijual bebas di Amerika Serikat merupakan satu-satunya herbal yang terbukti efektif untuk mengurangi gejala depresi. Beberapa herbal lain seperti Valerian Root atauPassiflower tidak terbukti secara bermakna dibandingkan placebo dalam mengurangi kecemasan.
Bijaksana memilih pengobatan alternatif
Banyak terapi lain seperti aromaterapi, meditasi, yoga, terapi cahaya dan mungkin terapi lokal untuk kasus-kasus gangguan psikiatrik yang termasuk terapi alternatif. Satu hal yang perlu diingat seperti yang telah dikemukakan di depan adalah terapi ini sering kali kekurangan bukti ilmiah yang luas untuk mendapatkan pengakuan secara medis. Perbedaan cara melakukan terapi ini oleh masing-masing praktisi juga sering kali merupakan kendala pembuktian ilmiahnya.
Beberapa pasien menggabungkan terapi alternatif dengan terapi konvensional yang dilakukan oleh dokter jiwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengobatan. Hal yang perlu diingat adalah mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter yang merawat pasien. Satu kewaspadaan dalam menggunakan terapi herbal adalah interaksinya dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Salah satu yang paling diwaspadai adalah penggunaan antidepresan golongan serotonin yang tidak boleh digabung dengan herbal St John Wort karena bisa menyebabkan reaksi fatal yaitu Serotonin Syndrome. Kondisi ini adalah kelebihan serotonin di tubuh yang bisa menyebabkan reaksi tubuh seperti demam tinggi, hilang kesadaran, perubahan hemodinamik di tubuh sampai kematian.
Jadi saran saya, bijaksanalah dalam memilih obat herbal bagi anda. Jangan hanya terpikat oleh testimonial seseorang atau hanya karena bujukan teman. Pelajari dengan baik apa yang ada dalam kandungan obat herbal yang anda akan minum, jangan sampai malah terjadi hal yang membahayakan bagi kesehatan anda. Semoga bermanfaat.
Salah Kaprah Bakar KaloriA. DEFINISI
—-Ada beberapa definisi dari kesehatan lingkungan :
Menurut WHO (World Health Organization), kesehatan lingkungan adalah suatu keseimbangan ekologi yang harus ada antara manusia dan lingkungan agar dapat menjamin keadaan sehat dari manusia.
Menurut HAKLI (Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia) kesehatan lingkungan adalah suatu kondisi lingkungan yang mampu menopang keseimbangan ekologi yang dinamis antara manusia dan lingkungannya untuk mendukung tercapainya kualitas hidup manusia yang sehat dan bahagia.

Contoh Kesehatan Lingkungan
B. RUANG LINGKUP KESEHATAN LINGKUNGAN
—-Menurut World Health Organization (WHO) ada 17 ruang lingkup kesehatan lingkungan, yaitu :1
Penyediaan Air Minum
Pengelolaan air Buangan dan pengendalian pencemaran
Pembuangan Sampah Padat
Pengendalian Vektor
Pencegahan/pengendalian pencemaran tanah oleh ekskreta manusia
Higiene makanan, termasuk higiene susu
Pengendalian pencemaran udara
Pengendalian radiasi
Kesehatan kerja
Pengendalian kebisingan
Perumahan dan pemukiman
Aspek kesling dan transportasi udara
Perencanaan daerah dan perkotaan
Pencegahan kecelakaan
Rekreasi umum dan pariwisata
Tindakan-tindakan sanitasi yang berhubungan dengan keadaan epidemi/wabah, bencana alam dan perpindahan penduduk
Tindakan pencegahan yang diperlukan untuk menjamin lingkungan.
—-DiIndonesia, ruang lingkup kesehatan lingkungan diterangkan dalam Pasal 22 ayat (3) UU No 23 tahun 1992 ruang lingkup kesling ada 8, yaitu :3
Penyehatan Air dan Udara
Pengamanan Limbah padat/sampah
Pengamanan Limbah cair
Pengamanan limbah gas
Pengamanan radiasi
Pengamanan kebisingan
Pengamanan vektor penyakit
Penyehatan dan pengamanan lainnya, sepeti keadaan pasca bencana
—-
C. SASARAN KESEHATAN LINGKUNGAN
—-Menurut Pasal 22 ayat (2) UU 23/1992, Sasaran dari pelaksanaan kesehatan lingkungan adalah sebagai berikut :3
Tempat umum : hotel, terminal, pasar, pertokoan, dan usaha-usaha yang sejenis
Lingkungan pemukiman : rumah tinggal, asrama/yang sejenis
Lingkungan kerja : perkantoran, kawasan industri/yang sejenis
Angkutan umum : kendaraan darat, laut dan udara yang digunakan untuk umum
Lingkungan lainnya : misalnya yang bersifat khusus seperti lingkungan yang berada dlm keadaan darurat, bencana perpindahan penduduk secara besar2an, reaktor/tempat yang bersifat khusus.
D. MASALAH-MASALAH KESEHTAN LINGKUNGAN DI INDONESIA
—-MasalahKesehatan lingkungan merupakan masalah kompleks yang untuk mengatasinyadibutuhkan integrasi dari berbagai sector terkait. Di Indonesia permasalah dalam kesehatan lingkungan antara lain :2,4
1. Air Bersih
—-Airbersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatan dan dapat diminum apabila telah dimasak. Air minum adalah air yang kualitasnya memenuhi syarat kesehatandan dapat langsung diminum.
—-Syarat-syarat Kualitas Air Bersih diantaranya adalah sebagai berikut :
Syarat Fisik : Tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna
Syarat Kimia : Kadar Besi : maksimum yang diperbolehkan 0,3 mg/l, Kesadahan (maks 500 mg/l)
Syarat Mikrobiologis : Koliform tinja/total koliform (maks 0 per 100 ml air)
2. Pembuangan Kotoran/Tinja
—-Metode pembuangan tinja yang baik yaitu dengan jamban dengan syarat sebagai berikut :2,5
Tanah permukaan tidak boleh terjadi kontaminasi
Tidak boleh terjadi kontaminasi pada air tanah yang mungkin memasuki mata air atau sumur
Tidak boleh terkontaminasi air permukaan
Tinja tidak boleh terjangkau oleh lalat dan hewan lain
Tidak boleh terjadi penanganan tinja segar ; atau, bila memang benar-benar diperlukan, harus dibatasi seminimal mungkin
Jamban harus babas dari bau atau kondisi yang tidak sedap dipandang
Metode pembuatan dan pengoperasian harus sederhana dan tidak mahal.
3. Kesehatan Pemukiman
—-Secara umum rumah dapat dikatakan sehat apabila memenuhi kriteria sebagai berikut :2,6
Memenuhi kebutuhan fisiologis, yaitu : pencahayaan, penghawaan dan ruang gerak yang cukup, terhindar dari kebisingan yang mengganggu
Memenuhi kebutuhan psikologis, yaitu : privacy yang cukup, komunikasi yang sehat antar anggota keluarga dan penghuni rumah
Memenuhi persyaratan pencegahan penularan penyakit antarpenghuni rumah dengan penyediaan air bersih, pengelolaan tinja dan limbah rumah tangga, bebas vektor penyakit dan tikus, kepadatan hunian yang tidak berlebihan, cukup sinar matahari pagi, terlindungnya makanan dan minuman dari pencemaran, disamping pencahayaan dan penghawaan yang cukup
Memenuhi persyaratan pencegahan terjadinya kecelakaan baik yang timbul karena keadaan luar maupun dalam rumah antara lain persyaratan garis sempadan jalan, konstruksi yang tidak mudah roboh, tidak mudah terbakar, dan tidak cenderung membuat penghuninya jatuh tergelincir.
4. Pembuangan Sampah
—-Teknik pengelolaan sampah yang baik dan benar harus memperhatikan faktor-faktor /unsur, berikut:6
Penimbulan sampah. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sampah adalah jumlah penduduk dan kepadatanya, tingkat aktivitas, pola kehidupan/tk sosial ekonomi, letak geografis, iklim, musim, dan kemajuan teknologi
Penyimpanan sampah
Pengumpulan, pengolahan dan pemanfaatan kembali
Pengangkutan
Pembuangan
—-Denganmengetahui unsur-unsur pengelolaan sampah, kita dapat mengetahui hubungan dan urgensinya masing-masing unsur tersebut agar kita dapat memecahkan masalah-masalah ini secara efisien.
5. Serangga dan Binatang Pengganggu
—-Serangga sebagai reservoir (habitat dan suvival) bibitpenyakit yang kemudian disebut sebagai vektor misalnya : pinjal tikus untuk penyakit pes/sampar, Nyamuk Anopheles sp untuk penyakit Malaria, Nyamuk Aedes sp untuk Demam Berdarah Dengue (DBD), Nyamuk Culex sp untukPenyakit Kaki Gajah/Filariasis. Penanggulangan/pencegahan dari penyakittersebut diantaranya dengan merancang rumah/tempat pengelolaan makanan dengan rat proff (rapat tikus), Kelambu yang dicelupkan dengan pestisida untuk mencegah gigitan Nyamuk Anopheles sp, Gerakan 3 M (menguras mengubur dan menutup) tempat penampungan air untuk mencegah penyakit DBD, Penggunaan kasa pada lubang angin di rumah atau dengan pestisida untuk mencegah penyakit kaki gajah dan usaha-usaha sanitasi.
—-Binatangpengganggu yang dapat menularkan penyakit misalnya anjing dapat menularkan penyakit rabies/anjing gila. Kecoa dan lalat dapat menjadi perantara perpindahan bibit penyakit ke makanan sehingga menimbulakan diare. Tikus dapat menyebabkan Leptospirosis dari kencing yang dikeluarkannya yang telah terinfeksi bakteri penyebab.
6. Makanan dan Minuman
—-Sasaranhigene sanitasi makanan dan minuman adalah restoran, rumah makan, jasa boga dan makanan jajanan (diolah oleh pengrajin makanan di tempat penjualan dan atau disajikan sebagai makanan siap santap untuk dijual bagi umum selain yang disajikan jasa boga, rumah makan/restoran, dan hotel).
—-Persyaratan hygiene sanitasi makanan dan minuman tempat pengelolaan makanan meliputi :6
Persyaratan lokasi dan bangunan
Persyaratan fasilitas sanitasi
Persyaratan dapur, ruang makan dan gudang makanan
Persyaratan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan pengolahan makanan
Persyaratan penyimpanan bahan makanan dan makanan jadi
Persyaratan peralatan yang digunakan
Pencemaran Lingkungan
—-Pencemaranlingkungan diantaranya pencemaran air, pencemaran tanah, pencemaran udara. Pencemaran udara dapat dibagi lagi menjadi indoor air pollution dan out door air pollution. Indoor air pollution merupakan problem perumahan/pemukiman serta gedung umum, bis kereta api, dll. Masalah ini lebih berpotensi menjadi masalah kesehatan yang sesungguhnya, mengingat manusia cenderung berada di dalam ruangan ketimbang berada di jalanan. Diduga akibat pembakaran kayu bakar, bahan bakar rumah tangga lainnya merupakan salah satu faktor resiko timbulnya infeksi saluran pernafasan bagi anak balita. Mengenai masalah out door pollution atau pencemaran udara di luar rumah, berbagai analisis data menunjukkan bahwa ada kecenderungan peningkatan. Beberapa penelitian menunjukkan adanya perbedaan resiko dampak pencemaran pada beberapa kelompok resiko tinggi penduduk kota dibanding pedesaan. Besar resiko relatif tersebut adalah 12,5 kali lebih besar. Keadaan ini, bagi jenis pencemar yang akumulatif,tentu akan lebih buruk di masa mendatang. Pembakaran hutan untuk dibuatlahan pertanian atau sekedar diambil kayunya ternyata membawa dampak serius, misalnya infeksi saluran pernafasan akut, iritasi pada mata, terganggunya jadual penerbangan, terganggunya ekologi hutan.(SUMBER: Yayan A. Israr, S.Ked. Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Perkantoran
PENDAHULUAN
Di era golbalisasi menuntut pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di setiap tempat kerja termasuk di sektor kesehatan. Untuk itu kita perlu mengem-bangkan dan meningkatkan K3 disektor kesehatan dalam rangka menekan serendah mungkin risiko kecelakaan dan penyakit yang timbul akibat hubungan kerja, serta meningkatkan produktivitas dan efesiensi.
Dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari karyawan/pekerja di sektor kesehatan tidak terkecuali di Rumah Sakit maupun perkantoran, akan terpajan dengan resiko bahaya di tempat kerjanya. Resiko ini bervariasi mulai dari yang paling ringan sampai yang paling berat tergantung jenis pekerjaannya.
Dari hasil penelitian di sarana kesehatan Rumah Sakit, sekitar 1.505 tenaga kerja wanita di Rumah Sakit Paris mengalami gangguan muskuloskeletal (16%) di mana 47% dari gangguan tersebut berupa nyeri di daerah tulang punggung dan pinggang. Dan dilaporkan juga pada 5.057 perawat wanita di 18 Rumah Sakit didapatkan 566 perawat wanita adanya hubungan kausal antara pemajanan gas anestesi dengan gejala neoropsikologi antara lain berupa mual, kelelahan, kesemutan, keram pada lengan dan tangan.
Di perkantoran, sebuah studi mengenai bangunan kantor modern di Singapura dilaporkan bahwa 312 responden ditemukan 33% mengalami gejala Sick Building Syndrome (SBS). Keluhan mereka umumnya cepat lelah 45%, hidung mampat 40%, sakit kepala 46%, kulit kemerahan 16%, tenggorokan kering 43%, iritasi mata 37%, lemah 31%.
Dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 mengenai kesehatan kerja disebutkan bahwa upaya kesehatan kerja wajib diseleng-garakan pada setiap tempat kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan yang besar bagi pekerja agar dapat bekerja secara sehat tanpa membahayakan diri sendiri dan masyarakat sekelilingnya, untuk memperoleh produktivitas kerja yang optimal, sejalan dengan program perlindungan tenaga kerja.
HAL-HAL YANG BERHUBUNGAN PELAKSANAAN K3 PERKANTORAN
Ada beberapa hal penting yang harus mendapatkan perhatian sehubungan dengan pelaksanaan K3 perkantoran, yang pada dasarnya harus memperhatikan 2 (dua) hal yaitu indoor dan outdoor, yang kalau diurai seperti dibawah ini :
Konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanaannya.
jaringan elektrik dan komunikasi.
kualitas udara.
kualitas pencahayaan.
Kebisingan.
Display unit (tata ruang dan alat).
Hygiene dan sanitasi.
Psikososial.
Pemeliharaan.
Penggunaan Komputer.
PERMASALAHAN DAN REKOMENDASI
Konstruksi gedung :
Disain arsitektur (aspek K3 diperhatikan mulai dari tahap perencanaan).
Seleksi material, misalnya tidak menggunakan bahan yang membahayakan seperti asbes dll.
Seleksi dekorasi disesuaikan dengan asas tujuannya misalnya penggunaan warna yang disesuaikan dengan kebutuhan.
Tanda khusus dengan pewarnaan kontras/kode khusus untuk objek penting seperti perlengkapan alat pemadam kebakaran, tangga, pintu darurat dll. (peta petunjuk pada setiap ruangan/unit kerja/tempat yang strategis misalnya dekat lift dll, lampu darurat menuju exit door).
Kualitas Udara :
Kontrol terhadap temperatur ruang dengan memasang termometer ruangan.
Kontrol terhadap polusi
Pemasangan "Exhaust Fan" (perlindungan terhadap kelembaban udara).
Pemasangan stiker, poster "dilarang merokok".
Sistim ventilasi dan pengaturan suhu udara dalam ruang (lokasi udara masuk, ekstraksi udara, filtrasi, pembersihan dan pemeliharaan secara berkala filter AC) minimal setahun sekali, kontrol mikrobiologi serta distribusi udara untuk pencegahan penyakit "Legionairre Diseases ".
Kontrol terhadap linkungan (kontrol di dalam/diluar kantor).
Misalnya untuk indoor: penumpukan barang-barang bekas yang menimbulkan debu, bau dll.
Outdoor: disain dan konstruksi tempat sampah yang memenuhi syarat kesehatan dan keselamatan, dll.
Perencanaan jendela sehubungan dengan pergantian udara jika AC mati.
Pemasangan fan di dalam lift.
Kualitas Pencahayaan (penting mengenali jenis cahaya) :
Mengembangkan sistim pencahayaan yang sesuai dengan jenis pekerjaan untuk membantu menyediakan lingkungan kerja yang sehat dan aman. (secara berkala diukur dengan Luxs Meter)
Membantu penampilan visual melalui kesesuaian warna, dekorasi dll.
Menegembangkan lingkungan visual yang tepat untuk kerja dengan kombinasi cahaya (agar tidak terlalu cepat terjadinya kelelahan mata).
Perencanaan jendela sehubungan dengan pencahayaan dalam ruang.
Penggunaan tirai untuk pengaturan cahaya dengan memperhatikan warna yang digunakan.
Penggunaan lampu emergensi (emergency lamp) di setiap tangga.
Jaringan elektrik dan komunikasi (penting agar bahaya dapat dikenali) :
Internal
Over voltage
Hubungan pendek
Induksi
Arus berlebih
Korosif kabel
Kebocoran instalasi
Campuran gas eksplosif
Eksternal
Faktor mekanik.
Faktor fisik dan kimia.
Angin dan pencahayaan (cuaca)
Binatang pengerat bisa menyebabkan kerusakan sehingga terjadi hubungan pendek.
Manusia yang lengah terhadap risiko dan SOP.
Bencana alam atau buatan manusia.
Rekomendasi
Penggunaan central stabilizer untuk menghindari over/under voltage.
Penggunaan stop kontak yang sesuai dengan kebutuhan (tidak berlebihan) hal ini untuk menghindari terjadinya hubungan pendek dan kelebihan beban.
Pengaturan tata letak jaringan instalasi listrik termasuk kabel yang sesuai dengan syarat kesehatan dan keselamatan kerja.
Perlindungan terhadap kabel dengan menggunakan pipa pelindung.
Kontrol terhadap kebisingan :
Idealnya ruang rapat dilengkapi dengan dinding kedap suara.
Di depan pintu ruang rapat diberi tanda " harap tenang, ada rapat ".
Dinding isolator khusus untuk ruang genset.
Hak-hal lainnya sudah termasuk dalam perencanaan konstruksi gedung dan tata ruang.
Display unit (tata ruang dan letak) :
Petunjuk disain interior supaya dapat bekerja fleksibel, fit, luas untuk perubahan posisi, pemeliharaan dan adaptasi.
Konsep disain dan dan letak furniture (1 orang/2 m²).
Ratio ruang pekerja dan alat kerja mulai dari tahap perencanaan.
Perhatikan adanya bahaya radiasi, daerah gelombang elektromagnetik.
Ergonomik aspek antara manusia dengan lingkungan kerjanya.
Tempat untuk istirahat dan shalat.
Pantry dilengkapi dengan lemari dapur.
Ruang tempat penampungan arsip sementara.
Workshop station (bengkel kerja).
Hygiene dan Sanitasi :
Ruang kerja
Memelihara kebersihan ruang dan alat kerja serta alat penunjang kerja.
Secara periodik peralatan/penunjang kerja perlu di up grade.
Toilet/Kamar mandi
Disediakan tempat cuci tangan dan sabun cair.
Membuat petunjuk-petunjuk mengenai penggunaan closet duduk, larangan berupa gambar dll.
Penyediaan bak sampah yang tertutup.
Lantai kamar mandi diusahakan tidak licin.
Kantin
Memperhatikan personal hygiene bagi pramusaji (penggunaan tutup kepala, celemek, sarung tangan dll).
Penyediaan air mengalir dan sabun cair.
Lantai tetap terpelihara.
Penyediaan makanan yang sehat dan bergizi seimbang. Pengolahannya tidak menggunakan minyak goreng secara berulang.
Penyediaan bak sampah yang tertutup.
Secara umum di setiap unit kerja dibuat poster yang berhubungan dengan pemeliharaan kebersihan lingkungan kerja.
Psikososial
Petugas keamanan ditiap lantai.
Reporting system (komunikasi) ke satuan pengamanan.
Mencegah budaya kekerasan ditempat kerja yang disebabkan oleh :
Budaya nrimo.
Sistem pelaporan macet.
Ketakutan melaporkan.
Tidak tertarik/cuek dengan lingkungan sekitar.
Semua hal diatas dapat diatasi melalui pembinaan mental dan spiritual secara berkala minimal sebulan sekali.
Penegakan disiplin ditempat kerja.
Olah raga di tempat kerja, sebelum memulai kerja.
Menggalakkan olah raga setiap jumat.
Pemeliharaan
Melakukan walk through survey tiap bulan/triwulan atau semester, dengan memperhitungkan risiko berdasarkan faktor-faktor konsekuensi, pajanan dan kemungkinan terjadinya.
Melakukan corrective action apabila ada hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Pelatihan tanggap darurat secara periodik bagi pegawai.
Pelatihan investigasi terhadap kemungkinan bahaya bom/kebakaran/demostrasi/ bencana alam serta Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagi satuan pengaman.
Aspek K3 perkantoran (tentang penggunaan komputer)
Pergunakan komputer secara sehat, benar dan nyaman :
Hal-hal yang harus diperhatikan :
Memanfaatkan kesepuluh jari.
Istirahatkan mata dengan melihat kejauhan setiap 15-20 menit.
Istirahat 5-10 menit tiap satu jam kerja.
Lakukan peregangan.
Sudut lampu 45º.
Hindari cahaya yang menyilaukan, cahaya datang harus dari belakang.
Sudut pandang 15º, jarak layar dengan mata 30 – 50 cm.
Kursi ergonomis (adjusted chair).
jarak meja dengan paha 20 cm
Senam waktu istirahat.
Rekomendasi
Perlu membuat leaflet/poster yang berhubungan dengan penggunaan komputer disetiap unit kerja.
Mengusulkan pada Pusat Promosi Kesehatan untuk membuat poster/leaflet.
Penggunaan komputer yang bebas radiasi (Liquor Crystal Display).
PENUTUP
Dalam pelaksanaan K3 perkantoran perlu memperhatikan 2(dua) hal penting yakni indoor dan outdoor. Baik perhatian terhadap konstruksi gedung beserta perlengkapannya dan operasionalisasinya terhadap bahaya kebakaran serta kode pelaksanannya maupun terhadap jaringan elektrik dan komunikasi, kualitas udara, kualitas pencahayaan, kebisingan, display unit (tata ruang dan alat), hygiene dan sanitasi, psikososial, pemeliharaan maupun aspek lain mengenai penggunaan komputer.
Hal diatas tidak hanya meningkatkan dari sisi kesehatan maupun sisi keselamatan karyawan/pekerja dalam melakukan pekerjaan di tempat kerjanya.
Harapannya rekomendasi ini dapat dijadikan sebagai acuan ataupun perbandingan dalam rangka meningkatkan pelaksanaan K3 khususnya di perkantoran
HSE
HSE (Health, Safety, Environment,) atau di beberapa perusahaan juga disebut EHS, HES, SHE, K3LL (Keselamatan & Kesehatan Kerja dan Lindung Lingkungan) dan SSHE (Security, Safety, Health, Environment). Semua itu adalah suatu Departemen atau bagian dari Struktur Organisasi Perusahaan yang mempunyai fungsi pokok terhadap implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) mulai dari Perencanaan, Pengorganisasian, Penerapan dan Pengawasan serta Pelaporannya. Sementara, di Perusahaan yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam ditambah dengan peran terhadap Lingkungan (Lindungan Lingkungan).
Membicarakan HSE bukan sekedar mengetengahkan Issue seputar Hak dan Kewajiban, tetapi juga berdasarkan Output, yaitu korelasinya terhadap Produktivitas Keryawan. Belum lagi antisipasi kecelakaan kerja apabila terjadi Kasus karena kesalahan prosedur ataupun kesalahan pekerja itu sendiri (naas).
Dasar Hukum
Ada minimal 53 dasar hukum tentang K3 dan puluhan dasar hukum tentang Lingkungan yang ada di Indonesia. Tetapi, ada 4 dasar hukum yang sering menjadi acuan mengenai K3 yaitu:
Pertama, dalam Undang-Undang (UU) No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, disana terdapat Ruang Lingkup Pelaksanaan, Syarat Keselamatan Kerja, Pengawasan, Pembinaan, Panitia Pembina K-3, Tentang Kecelakaan, Kewajiban dan Hak Tenaga Kerja, Kewajiban Memasuki Tempat Kerja, Kewajiban Pengurus dan Ketentuan Penutup (Ancaman Pidana). Inti dari UU ini adalah, Ruang lingkup pelaksanaan K-3 ditentukan oleh 3 unsur:
Adanya Tempat Kerja untuk keperluan suatu usaha,
Adanya Tenaga Kerja yang bekerja di sana
Adanya bahaya kerja di tempat itu.
Dalam Penjelasan UU No. 1 tahun 1970 pasal 1 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2918, tidak hanya bidang Usaha bermotif Ekonomi tetapi Usaha yang bermotif sosial pun (usaha Rekreasi, Rumah Sakit, dll) yang menggunakan Instalasi Listrik dan atau Mekanik, juga terdapat bahaya (potensi bahaya tersetrum, korsleting dan kebakaran dari Listrik dan peralatan Mesin lainnya).
Kedua, UU No. 21 tahun 2003 tentang Pengesahan ILO Convention No. 81 Concerning Labour Inspection in Industry and Commerce (yang mana disahkan 19 Juli 1947). Saat ini, telah 137 negara (lebih dari 70%) Anggota ILO meratifikasi (menyetujui dan memberikan sanksi formal) ke dalam Undang-Undang, termasuk Indonesia (sumber: www.ILO.org). Ada 4 alasan Indonesia meratifikasi ILO Convention No. 81 ini, salah satunya adalah point 3 yaitu baik UU No. 3 Tahun 1951 dan UU No. 1 Tahun 1970 keduanya secara eksplisit belum mengatur Kemandirian profesi Pengawas Ketenagakerjaan serta Supervisi tingkat pusat (yang diatur dalam pasal 4 dan pasal 6 Konvensi tersebut) – sumber dari Tambahan Lembaran Negara RI No. 4309.
Ketiga, UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, khususnya Paragraf 5 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pasal 86 dan 87. Pasal 86 ayat 1berbunyi: “Setiap Pekerja/ Buruh mempunyai Hak untuk memperoleh perlindungan atas (a) Keselamatan dan Kesehatan Kerja.”
Aspek Ekonominya adalah Pasal 86 ayat 2: ”Untuk melindungi keselamatan Pekerja/ Buruh guna mewujudkan produktivitas kerja yang optimal diselenggarakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja.”
Sedangkan Kewajiban penerapannya ada dalam pasal 87: “Setiap Perusahaan wajib menerapkan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang terintegrasi dengan Sistem Manajemen Perusahaan.”
Keempat, Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per-05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen K3. Dalam Permenakertrans yang terdiri dari 10 bab dan 12 pasal ini, berfungsi sebagai Pedoman Penerapan Sistem Manajemen K-3 (SMK3), mirip OHSAS 18001 di Amerika atau BS 8800 di Inggris.
Menjaga kesehatan pribadi
Menjaga kesehatan pribadi mutlak dilakukan oleh seseorang untuk memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan. Kesehan pribadi dapat terwujud jika seseorang menjaga kesehatan tubuh secara teratur.
Berikut yang perlu diperhatikan dalam merawat kesehatan pribadi :
1. Mandi
Tubuh kita mengeluarkan keringat dari aktivitas sehari-hari. Keringat yang keluar sebagian menempel pada permukaan kulit. Oleh karena itu kotoran dan keringat ini harus rutin dibersihkan dengan cara mandi. Dengan mandi kulit menjadi bersih, bebas kuman dan sehat.
2. Merawat kesehatan rambut
Rambut perlu dirawat agar indah dan sehat. Ada banyak cara merawat rambut, seperti makan makanan bergizi, keramas minimal 3 kali seminggu, memberikan vitamin rambut, menghindari penggunaan bahan kimia dan rajin memotong ujung rambut untuk mencegah rambut merah dan bercabang.
3. Merawat kesehatan gigi dan mulut
Gigi yang bersih dan sehat merupakan cerminan badan sehat dan kesehatan tubuh seluruhnya. Rajinlah menggosok gigi dengan memperhatikan sikat gigi yang sesuai dan nyaman serta pasta gigi yang tidak mengandung detergen lebih dan bahan kimia lainnya.
4. Tangan dan kaki
Tangan merupakan anggota tubuh yang paling banyak berhubungan dengan apa saja karena selalu bergerak aktif. Dengan demikian, sangat memungkinkan pada tangan mekekat bakteri-bakteri. Ketika tangan digunakan untuk memegang hidung, mulut dan makanan, bakteri tersebut dapat berpindah tempat dan menyebabkan penyakit. Biasakanlah cuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. Meskipun terlihat sepele, jika dilakukan secara konsisten, manfaatnya luar biasa.
5. Pakaian yang bersih
Pakaian yang kita pakai harus bersih dan bebas kuman. Pakaian akan menyerap keringat, kotoran dan lemak yang dikeluarkan oleh tubuh. Kotoran yang melekat pada baju dapat menjadi sarang kuman penyakit. Oleh karena itu, pakailah pakaian yang bersih dan segera ganti apabila kotor.
6. Istirahat yang cukup
Aturlah jam tidur dan tidurlah di tempat yang nyaman. Lama tidur terngantung usia, jenis pekerjaan dan karakter setiap individu. Bayi dan anak-anak memerlukan waktu tidur lebih banyak dibandingkan orang dewasa. Lama tidur orang dewasa aktif adalah 7 atau 8 jam. Perhatikan juga posisi tidur yang baik saat tidur.
7. Berolahraga
Biasakan secara rutin berolahraga untuk menyehatkan tubuh. Olahraga dapat membuat otot menjadi kuat, kelenturan, mengurangi stres, meningkatkan gairah, membakar kalori.
Ini Sebabnya Lemak di (dalam) Perut Itu Berbahaya

SHUTTERSTOCKIlustrasi
“Sudah agak kecil kan dokter, perut saya?” Kata seorang pasien waktu saya memeriksanya.
“Kecil memang,kalau lagi tidur begini, coba lihat lagi duduk atau berdiri di depan kaca”, seloroh saya.
“Ya, dokter, masih seperti dulu, waktu dia duduk dan melihat perutnya yang kelihatan menonjol, dan waktu saya bercermin, perut ini bahkan kelihatan lebih besar lagi dokter”, ungkap pasien.
“Saya takut seperti Ibu saya yang menderita diabetes. Sebelum beliau diberitahu menderita itu, perutnya juga besar sekali, kami kira hamil, dan beliau akhirnya meninggal karena kanker payudara, apa ada hubungannya dokter”, cerita pasien dengan nada bertanya
“Ya, memang ada hubungannya, tidak hanya dengan diabetes melitus, kanker payudara, tetapi juga dengan penyakit lain, seperti hipertensi, penyakit kardiovaskuler, rematik, asma, bahkan kesuburan, penyakit pikun dan lain-lain”, jawab saya sedikit berusaha mengerang kan kepada pasien yang kelihatan cerdas ini.
Banyak pertanyaan yang diajukan oleh pasien ini tentang perutnya yang buncit itu, termasuk ukuran perut yang normal itu berapa, apa penyebabnya, lemak yang mana yang berbahaya dan mengapa sampai bisa seperti itu.
Seperti diketahui, sekitar 90 persen lemak tubuh kita terdapat di bawah kulit, sisanya ada di dalam rongga perut, terletak diantara organ dalam perut sehingga dikenal dengan lemak intra abdomen.
Lemak yang ada di panggul, yang membuat seseorang wanita katanya bisa kelihatan lebih seksi, bahenol, dan di paha, dan juga di dinding perut yang kelihatan seperti lipatan pada mereka yang gemuk adalah contoh lemak di bawah kulit, yang mudah diketahui ketebalannya dengan hanya mencubitnya. Lemak dalam rongga perut, tidak bisa diperiksa seperti memeriksa lemak di bawah kulit, tetapi bisa diperkirakan dengan melihat besarnya perut seseorang. Perut yang semakin menonjol, ukuran pinggang yang semakin bertambah, apalagi dengan semakin meningkatnya umur seseorang, pada perempuan lebih kelihatan setelah menopause, adalah sebagai tanda tumpukan lemak yang semakin banyak, kemudian mendesak dinding perut dari dalam.
Ukuran lingkar perut yang dianggap masih normal untuk orang Asia, termasuk Indonesia adalah 80 cm untuk wanita dan 95 cm untuk pria. Walaupun berat badan anda dalam batas normal, kalau lingkaran perut anda lebih besar dari ini, maka risiko anda menderita penyakit yang menjadi pembunuh kita sekarang juga meningkat.
Kemudian, sesuai dengan pertanyaan pasien di atas, “apa penyebabnya, bagaimana lemak dalam perut itu sampai berbahaya?”
Banyak penyebab penumpukan lemak dalam perut, prinsipnya adalah, di samping faktor genetik, usia, jenis kelamin, kalori yang kita konsumsi melebihi kebutuhan kita. Perubahan gaya hidup, gaya hidup santai, aktivitas kurang, pola makan yang tidak sehat, tinggi kalori, stres kronis adalah penyebab utamanya.
Banyak duduk di depan TV, di belakang stir, di depan komputer, tidak ada waktu untuk berolahraga, bangga dengan makan ala kebarat-baratan, seperti hamburger, donut, pizza, kentang goreng, ayamcrispy, dan sebagainya adalah contoh gaya hidup dan pola makan yang membuat perut kita sekarang semakin buncit.
Lalu, mengapa lemak yang hanya 10 persen dari total lemak di seluruh tubuh kita yang ada dalam rongga perut itu berbahaya, dapat menjadi biang kerok beberapa penyakit yang mematikan? dibandingkan lemak di bawah kulit yang relatif aman?
Ternyata, menurut penelitian, lemak tidak hanya berfungsi sebagai cadangan tenaga yang suatu ketika siap digunakan, tetapi lemak dalam rongga perut ini secara biologis sangat aktif. Lemak ini berperan sebagi kelenjar endokrin yang menghasikan hormon dan substansi kimiawi yang dapat mempengaruhi jaringan lain, menyebabkan gangguan keseimbangan hormonal, gangguan metabolisme, peradangan, insulin resisten, dan gangguan imunitas.
Komponen peradangan cytokines, precursor angiotensin– menyebabkan pembuluh darah arteri mengalami penyempitan– yang dihasilkan oleh lemak yang bersembunyi di balik dinding perut ini meningkatkan resiko penyakit jantung dan hipertensi
Disamping itu, lemak dalam rongga perut ini— Saya lihat masih ada yang bangga dengan perutnya yang begitu– melepaskan asam lemak bebas dan komponen peradangan lain secara langsung pada vena porta ( pembuluh darah yang membawa darah dari perut bagian bawah ke hati, pankreas, dan organ lain), masuk ke dalam hati. Asam lemak bebas ini menyebabkan produksi kolesterol jahat (LDL) oleh hati meningkat dan kolesterol baik (HDL) menurun, dan gula darah yang juga meningkat. Adiponectin, suatu hormon yang ikut mengatur metabolisme lipid dan gula, produksinya menurun dengan semakin bertambahnya timbunan lemak di rongga perut, sehingga meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes melitus.
Dan, lemak yang menumpuk dalam rongga perut juga sering menyebabkan gangguan tidur, sleep apnea, ngorok dengan nafas berhenti secara periodik. Melalui bermacam mekanisme seperti stress hipoksia, peningkatan hormon kortisol, hipoksia jaringan, sleep apnea dapat menyebabkan resistensi insulin, gangguan fungsi sel beta pankreas yang memperoduksi insulin, dislipidemi dan akhirnya peningkatan risiko penyakit kardiovaskuler dan diabetes.
Jadi, lemak yang menumpuk di (dalam) rongga perut, tidak hanya sekedar membuat perut buncit, tetapi juga menjadi ancaman serius penyakit kronis yang mematikan. Karena itu, jangan biarkan lemak-lemak itu tetap bercokol di sana, buanglah!
Terapi Alternatif untuk Gangguan Jiwa, Apakah Bermanfaat?

KompasianaTanaman Herbal Kava (sumber presentasi Dr. Watt)
DALAM praktik sehari-hari, banyak pasien saya yang berharap bisa lepas segera dari obat-obat psikiatrik yang dimakannya. Pasien seperti kebanyakan pasien pada umumnya mengkhawatirkan adanya efek samping terutama pada ginjal dan hati mereka jika mengkonsumsi obat lama.
Efek samping yang sering menjadi kendala di awal terapi juga sering dikeluhkan pasien sebagai sesuatu yang mengganggu. Banyak dari mereka lalu bertanya apakah ada terapi alternatif tanpa obat kimia atau dengan terapi fisik lainnya.
Beberapa menanyakan tentang beberapa macam herbal yang sering mereka baca di internet sebagai terapi alternatif. Sekilas para pasien membaca adanya kegunaan yang baik dari obat-obatan herbal ini untuk kasus gangguan jiwa.
Sebelum melangkah jauh ada baiknya kita sepakat tentang apa yang dimaksud dengan terapi alternatif dan tambahan ini. Dalam Kaplan and Saddock, Synopsis of Psychiatry terbitan 2010dikatakan bahwa Terapi Aternatif dan Tambahan adalah semua cara yang dilakukan untuk mencegah dan atau mengobati penyakit yang berbeda dari cara atau terapi biomedis yang selama ini diketahui oleh para ahli di bidang kedokteran.
Terapi alternatif biasanya mempunyai kelemahan di dalam bukti-bukti medis (evidence based medicine) dalam penggunaannya untuk berbagai populasi dan lintas ras. Terapi alternatif juga biasanya mempunyai tautan dengan budaya lokal tempat terapi ini digunakan. Hal ini yang membuat terkadang tidak semua jenis terapi alternatif dapat digunakan untuk semua populasi. Testimonial atau pengakuan pasien yang menggunakan terapi alternatif bukanlah hal yang bisa menjadi dasar efektifitas terapi tersebut karena nilai keilmiahan yang rendah.
Manfaatnya diragukan?
Beberapa jenis herbal dan terapi dikenal di kalangan awam untuk mengatasi kondisi stres dan kecemasan yang biasanya dialami sehari-hari. Valerian, Kava, St John Wort, aromatherapy, akupunktur adalah herbal dan terapi yang paling banyak disebut sebagai terapi alternatif menurut literature barat. Sayangnya walaupun populer sampai saat ini terapi herbal dan fisik di atas kekurangan bukti-bukti Evidence Based Medicine dan lemah dari segi bukti ilmiah penelitian. Kendala metodologi ilmiah adalah yang paling mendasar mengapa terapi herbal ini belum mendapatkan pengakuan secara ilmiah.
Walaupun belum mempunyai data ilmiah yang mendukung secara luas, penggunaan terapi alternatif dan tambahan dengan menggunakan herbal atau teknik lain secara global telah dilakukan. Amerika Serikat, Eropa terutama Inggris dan Australia adalah beberapa negara besar yang penduduknya menggunakan terapi alternatif untuk penyembuhan gangguan jiwa khususnya depresi, cemas dan insomnia. Data yang dikatakan Kessler menyatakan bahwa masyarakat Amerika Serikat menggunakan terapi alternatif untuk kasus-kasus depresi dan cemas yang berat yang mana hal ini berbeda dengan apa yang dilakukan oleh masyarakat Australia yang menggunakannya untuk kasus-kasus yang lebih ringan.
Herbal yang berguna
Tanaman Kava dianggap oleh para ahli berdasarkan banyak penelitian paling bermanfaat untuk mengatasi kecemasan. Werneke dan kawan-kawan menyimpukan dari 2007 database penelitian herbal yang bermanfaat untuk pengobatan gangguan psikiatrik bahwa Kava (Piper methysticum) adalah herbal yang paling banyak diteliti untuk gangguan kecemasan dan mempunyai bukti ilmiah yang baik untuk efek anticemasnya. Ulasan Cochrane (Cochrane review) yang dilaporkan oleh Pittler dan Ernst berdasarkan 11 penelitian kontrol acak (randomized control trial) yang melibatkan 645 pasien menyatakan bahwa Kava adalah satu-satunya herbal yang terbukti efektif mengurangi kecemasan.
Ernst juga menyatakan dalam laporannya bahwa untuk kasus-kasus depresi ringan dan sedang, herbal St John Wort yang dijual bebas di Amerika Serikat merupakan satu-satunya herbal yang terbukti efektif untuk mengurangi gejala depresi. Beberapa herbal lain seperti Valerian Root atauPassiflower tidak terbukti secara bermakna dibandingkan placebo dalam mengurangi kecemasan.
Bijaksana memilih pengobatan alternatif
Banyak terapi lain seperti aromaterapi, meditasi, yoga, terapi cahaya dan mungkin terapi lokal untuk kasus-kasus gangguan psikiatrik yang termasuk terapi alternatif. Satu hal yang perlu diingat seperti yang telah dikemukakan di depan adalah terapi ini sering kali kekurangan bukti ilmiah yang luas untuk mendapatkan pengakuan secara medis. Perbedaan cara melakukan terapi ini oleh masing-masing praktisi juga sering kali merupakan kendala pembuktian ilmiahnya.
Beberapa pasien menggabungkan terapi alternatif dengan terapi konvensional yang dilakukan oleh dokter jiwa untuk mendapatkan hasil yang maksimal dalam pengobatan. Hal yang perlu diingat adalah mengkonsultasikan hal tersebut kepada dokter yang merawat pasien. Satu kewaspadaan dalam menggunakan terapi herbal adalah interaksinya dengan obat-obatan yang diberikan oleh dokter. Salah satu yang paling diwaspadai adalah penggunaan antidepresan golongan serotonin yang tidak boleh digabung dengan herbal St John Wort karena bisa menyebabkan reaksi fatal yaitu Serotonin Syndrome. Kondisi ini adalah kelebihan serotonin di tubuh yang bisa menyebabkan reaksi tubuh seperti demam tinggi, hilang kesadaran, perubahan hemodinamik di tubuh sampai kematian.
Jadi saran saya, bijaksanalah dalam memilih obat herbal bagi anda. Jangan hanya terpikat oleh testimonial seseorang atau hanya karena bujukan teman. Pelajari dengan baik apa yang ada dalam kandungan obat herbal yang anda akan minum, jangan sampai malah terjadi hal yang membahayakan bagi kesehatan anda. Semoga bermanfaat.

SHUTTERSTOCKmembatasi makanan dan menghitung-hitung kalori akan memperkecil bandwith di otak sehingga Anda jadi bodoh.
Saat mendapati tubuh mulai kelebihan berat badan, dan penyakit pun mulai berdatangan, pengaturan kalori kemudian menjadi perhatian. Menyadari banyaknya kalori masuk tanpa diimbangi pengeluaran kalori, berbagai cara dilakukan untuk menurunkan berat badan, mulai diet hingga melakukan latihan/aktivitas fisik. Sayangnya, cara yang dipilih kerap salah kaprah.
Spesialis olahraga dari Indonesia Sport Medicine Centre, Andi Kurniawan mengatakan dalam prakteknya sehari-hari, ia kerap menemukan kesalahan yang kerap orang lakukan untuk mengurangi kalori.
"Orang sering menjadikan berat badan sebagai parameter ketika melakukan latihan fisik secara reguler. Berat badan tidak mudah dan cepat untuk diturunkan, memerlukan waktu karena ketika kita berolahraga lemak terbakar dan massa otot bertambah, berat badan memerlukan waktu untuk turun," ungkapnya kepada Kompas Health melalui surat elektronik.
Kalori terbakar lebih efektif dengan menerapkan gaya hidup aktif. Modifikasi gaya hidup dan memperbanyak bergerak akan efektif juga untuk membakar kalori, lanjutnya.
Selain pola latihan, kesalahan juga kerap ditemui dalam pengaturan makan. Orang kerap menahan lapar atau membatasi makanan untuk kalori negatif (memperbanyak kalori keluar dari yang masuk) atau untuk menurunkan berat badan.
Padahal, kata Andi, menahan lapar atau membatasi makan akan menyebabkan makan berlebihan dan menyebabkan kalori yang masuk menjadi sangat besar.
Alhasil, alih-alih mencapai tujuan awal membakar kalori, tubuh justru terjebak dengan berat badan yang terus bertambah lantaran salah kaprah mengatur kalori masuk dan keluar
Bagaimana kalori di bakar di dalam tubuh?
Jika ingin berat badan turun, sering kita mendengar, kalori yang dibakar perlu lebih banyak daripada kalori yang masuk. Itulah mengapa olahraga dan diet menjadi dua hal yang perlu dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Namun sebenarnya bagaimana mekanisme pembakaran kalori di dalam tubuh?
Dokter spesialis gizi klinik Samuel Oetoro mengatakan, pembakaran kalori di dalam tubuh terjadi karena metabolisme. Semakin cepat laju metabolisme tubuh, semakin banyak pula kalori yang dibakar, begitu pula sebaliknya.
Metabolisme merupakan proses tubuh menghasilkan energi yang digunakan untuk kebutuhan hidup dasar atau dikenal juga dengan istilah laju metabolisme basal (BMR) dan aktivitas sehari-hari. Laju metabolisme sangat bervariasi pada setiap orang, sehingga kebutuhan kalori pun juga berbeda-beda.
"Biasanya semakin tua seseorang, laju metabolismenya semakin menurun, sehingga usia merupakan salah satu faktor penentu kecepatan laju metabolisme," papar Samuel saat dihubungi Kompas Health, Jumat (17/1/2014).
Selain usia, lanjut dia, faktor yang mempengaruhi metabolisme antara lain jenis kelamin serta lingkungan, seperti suhu, dan beberapa faktor lainnya. Faktor-faktor tersebut umumnya
mempengaruhi BMR. Di luar itu, faktornya bisa berasal dari aktivitas fisik yang dilakukan.
Aktivitas fisik menentukan laju metabolisme, maka orang yang melakukan aktivitas fisik lebih banyak akan membakar kalori lebih banyak daripada yang aktivitas fisiknya sedikit.
Hal senada juga dituturkan oleh dokter pemerhati gaya hidup dan ahli fisiologi, Grace Judio-Kahl. Dia mengatakan, BMR yaitu kebutuhan energi untuk hidup seperti mempertahankan temperatur tubuh, kerja paru-paru, detak jantung, dan sistem tubuh lainnya. Jumlah kalori yang dibutuhkan untuk BMR relatif tetap, namun kalori tambahan untuk kegiatan lain itulah yang berbeda, tergantung aktivitas fisiknya.
"Kalau aktivitasnya sedikit, jarang berolahraga misalnya, kebutuhan kalorinya hanyalah BMR ditambah 30 persen. Sementara seseorang yang aktif bergerak kebutuhan kalorinya bisa mencapai BMR ditambah 40 hingga 50 persen," ujar pemilik klinik lightHOUSE ini.
Grace menjelaskan, agar tubuh dapat membakar kalori dengan lebih optimal, maka peningkatan aktivitas fisik perlu dilakukan. Namun selain itu, sebenarnya seseorang juga dapat meningkatkan BMR, yaitu dengan menambah massa otot tubuh.
Otot tubuh, jelas dia, membutuhkan energi yang lebih banyak sehingga umumnya orang dengan massa otot lebih banyak pun memiliki BMR yang lebih tinggi. "Cara meningkatkan massa otot bisa dengan latihan kekuatan atau angkat beban," jelasnya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar